Forex Scalping Strategy: Best Indicators and Techniques for Beginners


Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda memulai scalping forex

Sebelum mengadopsi strategi scalping forex, penting untuk memahami likuiditas dan volatilitas mata uang, dan pro dan kontra dari gaya perdagangan ini.

Likuiditas dalam scalping forex

Transaksi forex senilai sekitar $ 6,6 triliun terjadi setiap hari, yang menjadikannya pasar paling likuid di dunia. Likuiditas mengacu pada kemampuan untuk membeli dan menjual dengan cepat tanpa mempengaruhi harga pasar. Likuiditas yang tinggi menjadikan forex sebagai pasar yang baik bagi para scalper, yang perlu masuk dan keluar dari posisi mereka dengan cepat – terkadang dalam hitungan detik.

Likuiditas mata uang tidak tetap; itu akan berubah berdasarkan sejumlah faktor, termasuk waktu, jumlah pedagang yang aktif di pasar pada saat tertentu dan kondisi ekonomi yang lebih luas seperti tingkat inflasi negara (PDB). Pasangan forex yang paling likuid cenderung menjadi yang paling banyak diperdagangkan, seperti EUR / USD, GBP / USD dan USD / JPY.

Di pasar yang sangat likuid seperti forex, bid-offer spread semakin ketat, membuat biaya transaksi terjangkau meskipun volume besar posisi scalper terbuka. Karena keuntungan bersifat inkremental, spread yang lebih kecil memungkinkan keuntungan lebih besar.

Di pasar lain, likuiditas sering kali berarti stabilitas, tetapi forex sangat fluktuatif. Ini berarti pergerakan harga jangka pendek yang besar dapat terjadi kapan saja, yang dapat menyebabkan nilai mata uang melonjak naik dan turun dalam hitungan detik. Volatilitas ini menghadirkan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar – alasan lain mengapa scalper sering kali menyukai forex. Namun sebaliknya, hal ini juga dapat menyebabkan peningkatan eksposur terhadap risiko.

Volatilitas dalam scalping forex

Volatilitas menguntungkan saat memperdagangkan derivatif, karena memungkinkan pedagang mendapat untung dari naik dan turunnya harga pasar. Tetapi penting untuk memiliki file manajemen risiko strategi untuk meminimalkan kerugian, terutama saat menggunakan pengaruh untuk membuka posisi. Karena scalping paling berhasil ketika pasar bergejolak, waktu terbaik untuk membuka posisi adalah selama sesi buka dan tutup.

Beberapa pasangan forex, seperti AUD / JPY, GBP / EUR dan USD / MXN, lebih tidak stabil karena penurunan likuiditas, serta faktor ekonomi seperti perjanjian perdagangan, ekspor, dan sumber daya alam.

Saat Anda mempelajari cara scalp forex, penting untuk diingat pro dan kontra gaya trading berikut:

Kampung Trader - Broker Forex Indonesia

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *